Sabtu, 21 Desember 2013

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen

Ø Internal
·         Motivasi
Motivasi adalah sebuah pendirian yang mewakili sebuah kekuatan dari dalam yang tak dapat dilihat yang merangsang dan mendorong sebuah respon perilaku dan memberikan arah yang spesifik pada respon tersebut. Dengan demikian, motivasi merupakan daya dorong dari dalam diri konsumen, muncul karena adanya kebutuhan.
Memahami motivasi seseorang tidaklah mudah. Karena keadaan itu merupakan situasi yang sifatnya sangat pribadi. Di samping itu, terlalu banyak variable yang mempengaruhinya. Banyak teori yang dikembangkan untuk menjelaskan motivasi.

·         Persepsi
Persepsi adalah model proses informasi yang berguna yang mempunyai empat langkah yaitu exposure, perhatian, interpretasi, dan ingatan.
Seseorang melihat suatu objek atau persoalan yang dihadapinya tidaklah sama satu dengan yang lain. Perbedaan tersebut terjadi karena persepsi seseorang tidak selalu sama. Untuk objek atau persoalan yang sama, apabila dipandang dari sudut pandang yang berbeda akan memberikan interpretasi yang berbeda. Demikian juga persepsi. Perbedaan interpretasi seseorang terutama dipengaruhi oleh kadar dan proses pengalaman seseorang.
·         Belajar
Belajar adalah waktu yang digunakan untuk menjelaskan proses informasi yang mana ingatan dan perilaku dirubah sebagai hasil dari proses informasi yang disadari maupun yang tidak disadari.
Pembelajaran konsumen adalah suatu proses belajar yang dialami konsumen baik itu dari pengalaman penggunaan suatu produk/jasa maupun hasil pemahaman si konsumen dari suatu
media ( cetak ; elektronik seperti TV, Radio, Internet, dsb ) sehingga terjadi perubahan persepsi yang berujung pada tindakan konsumen. Pada bagian ini akan dikaji pula jenis-jenis proses
belajar yang terdiri dari proses belajar kognitif dan proses belajar perilaku.
Proses belajar adalah salah satu tahapan penting yang dilalui konsumen secara sadar maupun tidak sadar, dengan adanya pembelajaran konsumen tersebut maka pemasar perlu memahami bagaimana, kapan, dimana, dalam kondisi apa, konsumen itu mengalami proses belajar. Pengalaman dalam mengkonsumsi atau menggunakan suatu produk pun menjadi salah satu proses pembelajaran konsumen, apakah nantinya mengkonsumsi lagi, atau mengurangi pengkonsumsian atau bahkan tidak akan memakai produk itu lagi, semua akan terekam dalam ingatan konsumen.

·         Kepribadian dan konsep diri
Personality yaitu sebuah kecenderungan respon karakter individu yang berlaku pada situasi yang similar. Kepribadian merupakan karakteristik psikologis yang relative konsisten terhadap respons akhir suatu objek di lingkungannya.
·         Kepercayaan dan sikap
Kepercayaan adalah deskripsi tingkat penerimaan pemikiran seseorang atas sesuatu objek atau gejala. Sikap seseorang terbentuk karena kepercayaan yang diyakini terhadap suatu objek. Menumbuhkan kepercayaan seseorang berarti juga membentuk sikapnya. Tingkatan kepercayaan seseorang menemukan citra terhadap suatu objek sebagai dasar sikap untuk melakukan suatu tindakan.
Sikap adalah suatu proses kognitif, emosi, perceptual dan motivasi organisasi yang berlangsung lama dengan menghormati beberapa aspek lingkungan kita. Keputusan membeli atau tidak membeli merupakan konsekuensi dari sikap seseorang. Meskipun dapat dipengaruhi oleh factor lingkungan, sikap merupakan penilaian yang sangat subyektif. Sikap seseorang akan membentuk pla perilaku (menerima atau menolak) yang seringkali sulit untuk dirubah. Meskipun demikian, pemasar perlu melakukan usaha membentuk sikap konsumen agar tidak menolak produk maupun perusahaan. Penelitian dengan pengukuran indeks sikap merupakan langkah untuk memahami sikap masyarakat.  
Ø Eksternal
·         Kebudayaan
Kebudayaan bersifat sangat luas yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian moral, hukum, adat istiadat dan lain-lain kemampuan serta kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.  Kebudayaan adalah simbol dan fakta yang kompleks, yang diciptakan oleh manusia, diturunkan dari  generasi ke generasi sebagai penentu dan pengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat yang ada. Sedangkan Hawkins (1998) menyatakan kebudayaan adalah kompleksitas yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, hukum, moral, kebiasaan dan kemampuan lain yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Dari kedua definisi di atas jelas bahwa kebudayaan itu berubah setiap saat sesuai dengan perkembangan perilaku masyarakat.

·         Kelas sosial
Kotler (1997) mengemukakan bahwa kelas sosial yaitu suatu kelompok yang relatif homogen dan bertahan lama dalam sebuah masyarakat yang tersusun dalam sebuah urutan jenjang dan para anggota dalam jenjang itu memiliki nilai, minat dan tingkah laku yang sama. Sedangkan Hawkins (1998) menyatakan bahwa kelas sosial adalah sebuah hierarkhi masyarakat menurut perbedaan yang relatif dan kelompok yang sama dengan menghormati sikap, nilai dan gaya hidup.

·         Keluarga
Anggota keluarga dapat memberikan pengaruh yang kuat terhadap perilaku pembelian meskipun setiap anggota keluarga memiliki selera dan keinginan yang berbeda. Definisi keluarga menurut Hawkins (1998) yaitu sebuah unit yang terdiri dari dua atau lebih orang yang saling berhubungan, satu yang memiliki atau menyewa tempat tinggal. Biasanya dalam melakukan pembelian, seringkali terjadi konflik di dalam keluarga yang diakibatkan oleh adanya perilaku yang berbeda oleh masing-masing anggota keluarga dalam melakukan pembelian. Untuk itu seorang pemasar perlu mengetahui anggota keluarga yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan, mengetahui motyivasi dan ketertarikan konsumen.

·         Kelompok referensi dan kelompok sosial
Faktor yang menyebabkan perilaku pembelian seseorang bisa juga dipengaruhi oleh referensi kelompok. Referensi kelompok adalah kelompok sosial yang menjadi ukuran seseorang (bukan anggota kelompok tersebut) untuk membentuk kepribadian dan perilakunya. Sedangkan aktivitas marketing yaitu berbagai upaya yang dilakukan oleh pemasar untuk dapat menjual barang atau jasa. Upaya tersebut antara lain bias berbentuk enetapan harga yang bersaing, penggunaan media promosi, memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan dan melengkapi fasilitas.
Subkultur adalah sebuah segmen dari budaya yang lebih besar di mana pangsa anggota-anggotanya membedakan pola perilakunya. Kelompok etnis kebanyakan dikelompokkan sebagai subkultur, di samping itu generasi, agama, dan daerah geografis dapat dijadikan dasat dari subkultur.

Referensi
Kotler, Philip dan A.B., Susanto., Manajemen Pemasaran di Indonesia, Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian., Salemba Empat, Jakarta, 2000

Dwiastuti, Rini. Agustina Shinta. Riyanti Isaskar. 2012. Teori Perilaku Konsumen. Malang. UB Press.



TUGAS Perilaku Konsumen

1. Jelaskan yg dimaksud dgn perilaku konsumen? Minimal 4 tokoh kemudian simpulkan
Ø  Gerald Zaldman dan Melanie Wallendorf (1979 : 6) menjelaskan bahwa :
“Consumer behavior are acts, process and sosial relationship exhibited by individuals, groups and organizations in the obtainment, use of, and consequent experience with products, services and other resources”.
Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan, proses, dan hubungan sosial yang dilakukan individu, kelompok, dan organisasi dalam mendapatkan, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan produk, pelayanan, dan sumber-sumber lainya.
Ø  David L. Loudon dan Albert J. Della Bitta (1984 : 6) mengemukakan bahwa :
“Consumer behavior may be defined as decision process and physical activity individuals engage in when evaluating, acquaring, using or disposing of good and services”.
Perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam proses mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau dapat mempergunakan barang-barang dan jasa.
Ø  James F. Engel, et.al (1968 : 8) berpendapat bahwa :
“Consumer behavior is defined as the acts of individuals directly involved in obtaining and using economic good services including the decision process that precede and determine these acts”.
Perilaku konsumen didefinisikan sebagai tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut.
Ø  Schiffman dan Kanuk (1994 : 7) mendefinisikan sebagai berikut :
“The term consumer behavior refers to the behavior that consumer display in searching for purchasing, using evaluating and disposing of product and services that they expect will satisfy their needs”.
Istilah perilaku konsumen diartikan sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.
Ø  Menurut Hawkins, Best, dan Coney (2001)
“Consumer behavior is the study of individuals, groups, or organizations and the processes they use to select, secure, use, and dispose of products, services, experiences, or ideas to satisfy needs and the impacts that these processes have on the consumer and society”.
Perilaku konsumen adalah studi mengenai individu, kelompok atau organisasi dan proses dimana mereka menyeleksi, menggunakan dan membuang produk, layanan, pengalaman atau ide untuk memuaskan kebutuhan dan dampak dari proses tersebut pada konsumen dan masyarakat.

2. Apakah yg dimaksud dgn:
A. Perilaku konsumen bersifat dinamis
Perilaku konsumen bersifat dinamis, ini karena setiap pemikiran, perasaan, dan tindakan dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan masyarakat secara keseluruhan selalu berubah
B. Perilaku konsumen melibatkan pertukaran
Perilaku konsumen melibatkan pertukaran: pertukaran ini terjadi sesama manusia. Seperti menukar uang milik pembeli dengan barang milik penjual.
C. Perilaku konsumen melibatkan interaksi
Perilaku konsumen melibatkan interaksi: kognisi, afeksi, perilaku dan kejadian di sekitar atau di lingkungan konsumen

3. Bidang2 studi apa saja yg terkait dengan perilaku konsumen?
·         Sosiologi
·         Antropologi
·         Ekonomi
·         Psikologi
·         Politik
·         Periklanan
·         Manajemen
·         Pemasaran




Referensi
Books of “ Riset Pemasaran Dan Perilaku Konsumen  By Drs, Husein Umar, S.E., M.M,. MBA Copyright 2000, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Cooper, Donald R. dan Wllliam C. Emory., Metode Penelitian Bisnis, Edisi Kelima, Penerbit
Erlangga, 1998

Dwiastuti, Rini. Agustina Shinta. Riyanti Isaskar. 2012. Teori Perilaku Konsumen. Malang. UB Press.

Selasa, 29 Oktober 2013

Perilaku Konsumen

Perilaku Konsumen
Pengertian Perilaku Konsumen
Para ahli berpendapat mengenai definisi perilaku konsumen, sebagai berikut :
1.       Gerald Zaldman dan Melanie Wallendorf (1979 : 6), menjelaskan bahwa :
Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan, proses, dan hubungan sosial yang dilakukan individu, kelompok, dan organisasi dalam mendapatkan, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan produk, pelayanan, dan sumber-sumber lainya.
2.       James F. Engel, et.al (1968 : 8) berpendapat bahwa :
Perilaku konsumen didefinisikan sebagai tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut.
3.       Menurut Hawkins, Best, dan Coney (2001)
Perilaku konsumen adalah studi mengenai individu, kelompok atau organisasi dan proses dimana mereka menyeleksi, menggunakan dan membuang produk, layanan, pengalaman atau ide untuk memuaskan kebutuhan dan dampak dari proses tersebut pada konsumen dan masyarakat.
Manfaat mempelajari Perilaku Konsumen
Mempelajari perilaku konsumen dan proses konsumsi yang dilakukan oleh konsumen memberikan beberapa manfaat. Mowen (1995) mengemukakan manfaat yang bisa diperoleh sebagai berikut :
1.      Membantu para manajer dalam pengambilan keputusan.
2.      Memberikan pengetahuan kepada para penelitipemasaran dengan dasar pengetahuan analisis konsumen.
3.      Membantu legislator dan regulator dalam menciptakan hukum dan peraturan yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan barang dan jasa.
4.      Membantu konsumen dalam pembuatan keputusan pembelian yang lebih baik.
Ruang Lingkup Perilaku Konsumen
Ruang lingkup kajian perilaku konsumen yang yang terdiri atas :
1. Tingkatan unit analisis yang terdiri atas :
a. Masyarakat
b. Segmen Pasar
c. Organisasi
d. Individu
2. Arah kajian perilau konsumen terdiri atas :
a.  Kajian Perilaku Konsumen yang digunakan sebagai dasar pengembangan strategi pemasaran. Dalam penerapan lebih lanjut kajian ini membutuhkan alat analisis salah satuya berupa SWOT yang dikaitkan pula dengan bidang ilmu lainnya seperti manajemen , manajemen strategi, pemasaran hasil pertanian dan lain sebagainya.
Kajian Perilaku Konsumen Strategi pemasaran
b. Evaluasi strategi pemasaran yang sudah dimiliki perusahaan/organisasi dikaitkan dengan kajian perilaku konsumen sehingga perusahaan dapat terus meningkatkan kinerjanya dimata konsumen.
Strategi Pemasaran Kajian Perilaku konsumen
c. Gabungan dari arah kajian (a) dan (b).
Kajian Perilaku Konsumen Strategi pemasaranKajian Perilaku konsumen

Arah Kajian Perilaku Konsumen yaitu proses yang dilakukan konsumen baik individu maupun organisasi dalam rangka mendapatkan suatu produk yang melalui tahapan kognisi dan afeksi (yang disebut penulis sebagai aspek internal) dan aspek eksternal (pengaruh rumah tangga, kelompok referensi budaya, kelas sosial) yang berakibat kosumen melakukan tindakan apakah akan membeli atau tidak membeli suatu produk, sekaligus tindakan setelah pembelian produk tersebut. Arah Kajian Perilaku Konsumen tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan maupun mengevaluasi strategi pemasaran. Pengembangan strategi pemasaran dapat dilakukan oleh perusahaan, pemerintah, organisasi nirlaba, partai politik dan lain sebagainya, sedangkan evaluasinya dapat digunakan untuk implikasi kebijakan public, pendidikan konsumen dan kesempurnaan strategi pemasaran.

Model Perilaku Konsumen
Dalam bukunya Anwar Mangkunegara (2002), menggambarkan beberapa model perilaku konsumen dari berbagai ahli, yang dapat diartikan sebagai kerangka kerja atau alur yang mewakili apa yang diinginkan konsumen dalam mengambil keputusan membeli. Atau model perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai skema yang disederhanakan untuk menggambarkan aktivitas-aktivitas konsumen.
Fungsi dari model perilaku konsumen adalah :
1. Deskriptif, yaitu fungsi yang berhubungan dengan pendalaman mengenai langkah-langkah yang diambil dalam memutuskan suatu penelitian membeli.
2. Prediksi, yaitu meramalkan kejadian-kejadian dari aktivitas konsumen pada waktu yang akan datang.
3. Explanation, yaitu mempelajari sebab-sebab dari beberapa aktivitas pembelian.
4. Pengendalian, yaitu mempengaruhi dan mengendalikan aktivitas-aktivitas konsumen pada masa yang akan datang.
Macam-macam model perilaku konsumen yang sebagian diadaptasi dari Anwar Mangkunegara (2002), adalah :
1. The Howard and Sheth Model of Buyer Behavior
Model ini menunjukkan suatu proses dan variabel yang mempengaruhi perilaku konsumen sebelum dan sesudah terjadinya pembelian. Ada tiga variabel utama dalam model ini yaitu persepsi, belajar dan sikap. Tujuan model ini adalah untuk menjelaskan bagaimana konsumen membandingkan dan memilih satu produk yang sesuai dengan kebutuhannya.

2. Model Perilaku Konsumen Industri dari Sheth
Model ini merupakan pengembangan terhadap model perilaku konsumen dari Howard dan Sheth. Model ini merupakan model asli yang diimplikasikan untuk kelompok pembuat keputusan membeli dalam suatu organisasi. Sheth memberikan beberapa perhatian terhadap ketentuan bilamana keputusan membeli dilakukan bersama. Menurut Sheth, keputusan bersama lebih disukai apabila : (a) ada resiko yang cukup berat, (b) pemakaian modal lebih besar daripada pembelian rutin, (c) desakan waktu yang rendah, d) organisasi yang besar, (e) organisasi yang didesentralisasi.

3. Model Perilaku Konsumen Industri dari Engel, Kollat dan Blackwell
Model ini menerangkan komponen dasar model EKB adalah stimulus, proses informasi, proses pengambilan keputusan, variabel proses pengambilan keputusan dan pengaruh lingkungan eksternal.

Pembelajaran Konsumen
Pembelajaran konsumen adalah suatu proses belajar yang dialami konsumen baik itu dari pengalaman penggunaan suatu produk/jasa maupun hasil pemahaman si konsumen dari suatu media ( cetak ; elektronik seperti TV, Radio, Internet, dsb ) sehingga terjadi perubahan persepsi yang berujung pada tindakan konsumen. Pada bagian ini akan dikaji pula jenis-jenis proses belajar yang terdiri dari proses belajar kognitif dan proses belajar perilaku.
Proses belajar adalah salah satu tahapan penting yang dilalui konsumen secara sadar maupun tidak sadar, dengan adanya pembelajaran konsumen tersebut maka pemasar perlu memahami bagaimana, kapan, dimana, dalam kondisi apa, konsumen itu mengalami proses belajar. Pengalaman dalam mengkonsumsi atau menggunakan suatu produk pun menjadi salah satu proses pembelajaran konsumen, apakah nantinya mengkonsumsi lagi, atau mengurangi pengkonsumsian atau bahkan tidak akan memakai produk itu lagi, semua akan terekam dalam ingatan konsumen.
Ada tiga konsep utama yang diturunkan dari proses belajar classical conditioning yaitu: pengulangan, generalisasi stimulus dan diskriminasi stimulus. Pengulangan adalah proses menyampaikan pesan kepada konsumen berulangkali dengan frekuensi yang berkali-kali. Generalisasi stimulus merupakan proses belajar konsumen karena konsumen mampu melakukan generalisasi terhadap stimulus yang diterimanya. Pemahaman generalisasi stimulus diterapkan dalam pemasaran untuk membuat merk dan kemasan, antara lain:
1. Perluasan lini produk (product line extension)
2. Menambah produk baru yang terkait atau sejenis kepada produk lama dengan merk yang ternama.
3. Merek keluarga (family branding)
4. Memberikan merk yang sama kepada semua lini produk yang dihasilkan.
5. Me-too Product (Look-Alike Packaging)
6. Produk beredar di pasar memiliki kemasan yang mirip satu dengan yang lainnya (warna, bentuk, symbol,logo) Satu merk menjadi pemimpin pasar, sedangkan yang lainnya adalah follower.
7. Similar Name
8. Produk ditiru tidak saja kemasan yang mirip tetapi juga merk yang mirip.
9. Licensing
10. Praktek pemberian merk dengan menggunakan nama-nama selebritis, nama desainer, nama produsen, firm, tokoh-tokoh film.
11. Generalisasi situasi pemakaian
12. Konsumen diharap dapat mengambil kesimpulan yang sama dari berbagai stimulus yang relative berbeda.
13. Sedangkan diskriminasi stimulus adalah lawan kata dari generalisasi stimulus, artinya konsumen mampu memberikan kesimpulan terhadap stimulus yang diberikan produsen, apakah ada perbedaan atau cirri khas berbeda dengan produk pesaing. Produsen menggunakan proses belajar konsumen secara diskriminasi stimulus ini sebagai tindakan melakukan positioning dan differentiation produk.

Pengolahan Informasi dan Persepsi Konsumen
Pengolahan informasi dan persepsi konsumen adalah salah satu tahapan dalam proses kognisi yang dilalui konsumen, dimulai dari semua stimulus diterima hingga stimulus tersebut dimasukan ke dalam memory dan dapat dipergunakan kembali untuk memberikan gambaran/persepsi yang lebih baik mengenai suatu produk/jasa kepada konsumen. Bagian ini lebih lanjut akan dibahas lebih rinci mengenai tahapan proses informasi mulai dari pemaparan, perhatian, pemahaman, penerimaan dan retensi.
Proses informasi tercipta pada saat produsen. Memberikan suatu stimulus berupa pemaparan (exposure), bila pemaparan tersebut menarik minat konsumen maka konsumen akan memperhatikan, bila konsumen ingin menafsirkan stimulus tersebut, maka konsumen akan masuk pada tahap pemahaman, dilanjutkan dengan tahap penerimaan dan kemudian retensi. Apa yang didengar oleh telinga, apa yang dilihat oleh mata dan apa yang dicium oleh hidung, itulah yang disebut dengan stimulus. Tidak semua stimulus tersebut semua kita ingat dan simpan dalam ingatan kita, karena kita sebagai konsumen melakukan proses pengolahan informasi. Stimulus bisa berbentuk produk, nama merk, kemasan, iklan, nama produsen.
Engel, Blackwell and Miniard (1995) dalam Sumarwan (2004) menyatakan ada 5 tahap pengolahan informasi yaitu :
1. Pemaparan (exposure) merupakan pemaparan stimulus, yang menyebabkan konsumen menyadari stimulus tersebut melalui pancainderanya.
2. Perhatian (attention) merupakan kapasitas pengolahan yang dialokasikan konsumen terhadap stimulus yang masuk.
3. Pemahaman (comprehension) merupakan interpretasi terhadap makna stimulus.
4. Penerimaan (acceptance) merupakan dampak persuasive stimulus kepada konsumen.
5. Retensi merupakan pengalihan makna stimulus & persuasi ke ingatan jangka panjang.
Proses Keputusan Pembelian
Keputusan membeli atau mengkonsumsi suatu produk dengan merk tertentu akan diawali oleh langkah-langkah sebagai berikut :
1.       Pengenalan kebutuhan
2.       Pencarian informasi
3.       Evaluasi alternatif
4.       Tindakan pembelian
5.       Pasca Konsumsi

Referensi
Rini Dwiastuti, Agustina Shinta, dan Riyanti Isaskar. 2012. Ilmu Perilaku Konsumen. UB Press. Malang.



Jumat, 11 Oktober 2013

Tugas Biografi

NURDIANSYAH

Lahir di Jakarta pada tanggal 27 Januari 1992. Anak pertama dari pasangan Kamaludin dan Nursa’adah, pria yang menggemari pesepak bola Mesut Ozil ini mengeyam bangku Sekolah Dasar di Madrasah Ibtidaiyah Al-Khairiyah Kecamatan Mampang Prapatan Kota Madya Jakarta Selatan pada lulus tahun 2004, kemudian Ia melanjutkan jenjang pendidikan SMP dan SMA ke Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur dan lulus pada tahun 2007 dan 2010, pria yang dikenal ramah dan pekerja keras ini merasakan ketatnya lingkungan pesantren yang telah memberikannya banyak ilmu agama yang menjadi pegangan hidupnya saat ini selama tujuh tahun. Anca panggilan akrabnya sejak lulus sekolah ia bercita-cita ingin melanjutkan jenjang pendidikannya di perguruan tinggi dan menjadi seorang direktur. Pria yang menggemari olahraga futsal dan bola basket ini berkuliah di Universitas Gunadarma fakultas ekonomi manajemen. Anca sangat aktif dalam kegiatan kepramukaan sejak ia SD. Beliau mempunyai satu saudara laki-laki dan satu saudara perempuan. Saudara laki-lakinya berkuliah di Universitas Gunadarma dan saudara perempuannya bersekolah di SMK Negeri 8 Jakarta. Ayahnya bekerja di salah satu bank milik swasta di kawasan Roxy. 

Rabu, 19 Juni 2013

Contoh Penyimpangan Demokrasi


Istri Calon Gubernur NTT, Diduga Terlibat Money Politik Dalam Pilkada NTT
Lusia Adinda Lebu Raya, istri dri Calon Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu raya,  terancam di pidana terkait kasus dugaan money politik  (politik uang) yang dilakukannya di Desa Tubuhue, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa, 21 Mei 2013 yang ditemukan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) TTS.
“Ada dua pelanggaran dalam pemilu yakni administasi dan pidana. Kalau money politik masuk kategori pidana,” kata Ketua Bawaslu NTT, Nelce Ringu, saat memantau di TPS 03, Oepura, Kamis (23/5/2013).
Lusia Adinda Lebu Raya ditemukan membagi-bagikan uang kepada masyarakat di Kabupaten TTS menjelang pelaksanaan pemilu kepala daerah (Pemilukada) NTT putaran kedua. Panwaslu TTS, menurut Nelce Ringu, masih mengumpulkan bukti terkait dugaan money politik itu, seperti mengambil keterangan para saksi penerima uang, hasil foto dan rekaman video. “Sudah 11 saksi yang diperiksa terkait dengan kasus ini,” katanya.
Dia mengatakan, saksi mengaku melihat dan menerima uang yang dibagikan kepada masyarakat di desa tersebut. Dana yang diberikan juga sangat bervariasi, antara Rp 100-200 ribu. Bukti awal yang sudah disita Panwaslu yakni uang, foto dan video saat pembagian uang. “Nilainya sangat bervariasi,” katanya.
Menurut Nelce, setelah bukti dan keterangan lengkap, panwaslu akan melakukan kajian, kasus termasuk pada pasal mana. Namun, sesuai dengan ketentuan, kasus money politik masuk ketogori pidana. “Apakah unsur-unsurnya terpenuhi, jika terpenuhi, maka akan terus di proses ke penyidik,” katanya.
Nelce mengaku, Panwaslu TTS sudah memanggil Lusia Adinda Lebu Raya untuk mengklarifikasi temuan tersebut pada Rabu (22/5/2013). Namun, kata Nelce, sesuai informasi dari TTS, Lusia Lebu Raya belum menemui pihak Panwaslu TTS.
“Panwaslu TTS akan mengirim surat panggilan kedua. Kita tetap menghormati mekanisme dan proses yang ada. Kalau pun tidak datang, akan tetap kita proses,” katanya.
Tim Pemenangan Paket Frenly, Gusti Beribe, yang dikonfirmasi pertelepon, Rabu (22/5/2013) malam membantah adanya dugaan praktek Money Politic itu. “Siapa yang bagi uang itu? Kita belum dapat laporan. Nanti saya cek dulu,” katanya.
Disampaikan ada temuan Panwaskab TTS bahwa pembagian uang itu melibatkan istri calon gubernur, Lusia Lebu Raya, Beribe mengatakan bahwa itu keliru. “Itu keliru, beliau pernah menjanjikan desa itu, jadi pada saat kunjungan itu beliau langsung serahkan. Tidak kaitan dengan itu,” tegasnya.
Tentang  dugaan lain di Kabupaten Flores Timur, Beribe mengatakan bantuan itu diberikan lantaran masjid sedang dalam proses pembangunan sehingga tidak ada kaitan dengan pilgub.
Menurut Nelce, selain TTS, sesuai laporan yang masuk pelanggaran lain terjadi di Kabupaten Ende, Manggarai Timur, Flores Timur dan Sumba Barat Daya.
“Ada yang pelanggaran administratif ada yang pidana. Kami masih kaji,” katanya.
Kapolda NTT, Brigadir Jenderal Polisi I Ketut Untung Yoga Ana, secara terpisah, mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi pelanggaran itu. Meski demikian, menurut Yoga Ana, pihaknya menyerahkan prosesnya kepada panwaslu. “Kalau panwaslu limpahkan kepada kami sebagai tindak pidana, baru kami proses,” tegasnya.
Editor :christofel

Sumber : Pos Kupang