Sabtu, 21 Desember 2013

Kebutuhan konsumen

1.     Abraham Maslow
Teori Maslow adalah teori kebutuhan berjenjang / hirarki kebutuhan manusia. Menurutnya, manusia berusaha memenuhi kebutuhan tingkat rendahnya terlebih dahulu sebelum memenuhi keutuhan yang lebih tinggi. Lima kebutuhan manusia berdasarkan tingkat kepentingannya mulai dari yang paling rendah:
a. kebutuhan fisiologis
Adalah kebutuhan dasar manusia, yaitu kebutuhan tubuh manusia untuk mempertahankan hidup (makanan, air, udara, rumah, pakaian, seks). Menurut teori engel, semakin sejahtera seseorang maka semakin kecil presentase pendapatannya untuk membeli makan
          b. kebutuhan rasa aman
Merupakan kebutuhan perlindungan bagi fisik manusia. Manusia membutuhkan perlindungan dari gangguan kriminalitas, sehingga ia bisa hidup aman dan nyaman. Kemanan fisik menyebabkan diperolehnya rasa aman secara psikis karena konsumen tidak merasa was–was dan khawatir.
c. kebutuhan ego
yaitu kebutuhan untuk berprestasi sehingga mencapai derajat yang lebih tinggi dari yang lainnya. Manusia berusaha mencapai prestis, reputasi : status lebih baik.
d. kebutuhan aktualisasi diri
Menjadikan dirinya sebagai orang yang terbaik sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Adalah keinginan untuk bisa menyampaikan ide, gagasan dan sistem nilai yang diyakininya kepada orang lain.
e. kebutuhan sosial
Berdasarkan kepada perlunya manusia berhubungan satu dengan yang lainnya, karena sesama individu saling membutuhkan.

2.     Mc. Clelland
Terdapat tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland
1. Kebutuhan untuk berprestasi (n-Ach)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut. Contoh: karyawan memiliki ide-ide untuk memperbaiki sistem kerja yang berlangsung untuk meningkatkan produktifitas.
2. Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afil)
Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi.
Mc Clelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi. Contoh: karyawan perlu pergaulan antar sesama karyawan. Oleh karena itu perusahaan terkadang mengadakan kegiatan rekreasi bersama, kegiatan kompetisi ataupun kegiatan sosial lainya.
3. Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.


Referensi
Adair, J. (2008). Kepemimpinan yang memotivasi, Aturan Lima Puluh-lima Puluh dan Delapan PrinsipUtama untuk Memotivasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Dwiastuti, Rini. Agustina Shinta. Riyanti Isaskar. 2012. Teori Perilaku Konsumen. Malang. UB Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar